Dewi (nama samaran) adalah salah satu teman dekat saya di kampus. Untuk mewawancarainya tentu bukan hal yang sulit untuk saya. Bahkan dia begitu semangat untuk menceritakan pertemuannya dengan sahabatnya.
Dewi dan Rita (nama samaran) berteman kurang lebih 1 tahun lamanya. Mereka berkenalan di acara mataf kampusnya dan kebetulan meraka ada di dalam kelompok yang sama. Mereka berkenalan, saling berjabat tangan, dan menyebutkan nama masing-masing. Ini terasa formal karena perkenalan ini disuruh oleh kakak pendamping. Pada awalnya perbincangan mereka hanya seputar mataf. Seperti barang bawaanya, peserta mataf, dll. Tidak banyak permasalahan pribadi yang mereka bicarakan. Semua terasa kaku dan kenyamanan untuk berbuncang – bincang pun terlihat kurang.
Setelah masa taaruf selesai, komunikasi Dewi & Rita pun sempat terhenti, namun ternyata mereka dipertemukan lagi di dalam satu kelas yang sama. Komunikasi pun dapat mereka jalin lagi, tetapi memang komunikasi dan perbincangan mereka belum terlalu mendalam. Hanya hal – hal yang dianggap penting saja yang mereka perbincangkan. Seperti makul, tugas, dll.
Hampir setiap hari mereka bertemu dan saling berkomunikasi. Kegiatan di kampus pun sering dilakukan bersama – sama. Maka kedekatan akhirnya dapat terjalin dengan baik. Tiap pribadi mau untuk terbuka dan menceritakan profil masing - masing. Dewi berpendapat bahwa tidak mudah untuk mendapatkan sahabat, maka tidak heran jika kedekatan yang mereka jalin membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 1 tahun lamanya.
Sekarang topik perbincangan mereka semakin banyak. Dewi dapat sharing permasalahan pribadinya kepada Rita untuk mengurangi beban pikirannya, begitu pula sebaliknya. Dewi berkata bahwa sekarang hal – hal sepele pun bisa menjadi topik menarik yang mungkin tidak akan selesai dibahas.
Breadth:
Breath adalah banyaknya topik yang kita bicarakan dengan orang lain. Semakin jauh perbedaan status sosialnya maka akan semakin sedikit jumlah topik yang diperbincangkan orang tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika semakin dekat status sosial kita dengan seseorang maka semakin banyak topik yang dibicarakan.
Contoh: seorang ibu rumah tangga yang berbicara dengan penjual sayur untuk membeli bahan-nahan untuk memasak. Mungkin di awal perbincangan mereka hanya akan berputar-putar masalah jual-beli sayuran. Namun berbeda ceritanya jika sang ibu rumah tangga telah lama berlangganan terhadap penjual sayur tersebut, bisa jadi pembicaraan mereka menjadi lebih banyak lagi. Seperti menanyakan kabar anak, suami, kegiatan sehari-hari, dll.
Breadth antara Dewi dan Rita, karena awal pertemuan mereka dalam acara mataf tentu saja perbincangan utama mereka hanya membahas mataf. Seperti barang bawaan, tugas, dan acara mataf. Berbeda dengan sekarang, karena intensitas pertemuan yang tinggi maka komunikasi mereka dapat berlangsung dengan baik dan topic yang mereka perbincangkan juga bertambah banyak. Bahkan hal-hal pribadi sudah tidak segan untuk dibicarakan.
Depth:
Depth adalah seberapa dalam komunikasi kita dengan orang lain. Semakin dekat hubungan seseorang dengan orang lain, maka hal yang dibicarakan semakin mendalam dan akan semakin banyak.
Depth antara Dewi dan Rita juga terkihat ketika mereka sudah tidak segan lagi membicarakan masalah pribadi mereka. Dewi mau terbuka kepada Rita , begitu pula sebaliknya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Response to "FERADHITA NKD (20080530012)"
Posting Komentar
Terima Kasih yaa teman - teman sudah bersedia mampir di Blog kami. Alangkah lebih baiknya apabila meninggalkan sepatah dua patah kata di Blog kami. Di mohon untuk menuliskan Identitas penulisnya.