About Me

Foto saya
VOC adalah suatu media online. kumpulan tulisan anak - anak Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 kelas A yang mengulas atas tulisan - tulisan mencakup semua realita di kehidupan nyata yang di kemas menjadi sebuah sajian yang menarik.

ngomong sakarepmu

\

Gallery













"Semua Press VOC dalam mencari informasi selalu di bekali identitas yang jelas dan lengkap. selama menjalankan tugas, Anggota VOC tidak di perbolehkan meminta imbalan dalam bentuk apapun(kecuali di kasih..hehe). Dan apabila ada yang mengaku Press VOC dan meminta imbalan/sesuatu, Harap Laporkan kepada Kantor polisi terdekat. Terima kasih
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Ahmad Wahyudin (20080530028)

Diposting oleh VOC On 8:42:00 AM 0 komentar

NAMA : AHMAD WAHYUDIN
NIM : 20080530028

Awal bertu si ( inisial ) “H“di kampus UMY, lalu dia berkenalan dengan si ( inisial ) “N“ menanyakan satu sama lain asalnya, dan berbagi cerita tentang kampung halamannya masing-masing, ketika itu sedang ada acara ospek jurusan yang bertempatan di loby isipol. Dengan cepat si “H“ dan si “N“ saling kenal, berbagi ilmu, berbincang-bincang di kos.sering jalan bareng. Saling tukar pengalaman peribadi yang menjadikan ikatan emosional yang lebih dekat, kumpul bareng temen-temen dalam segala kegiatan kampus maupun luar kampus.

Untuk menjaga perkawana, mereka Saling percaya dan saling menghormati dan saling terbuka walaupun beda suku dan budaya masing-masing, karna saling percaya itu adalah konci sukses perkawanan mereka.

Jika terjadi konflik mereka selalu menyelesaikannya dengan hati yang dingin dan menyadari kesalahan masing-masing.

Globalisasi Dan Tinjauannya Secara Politik

Diposting oleh VOC On 8:40:00 AM 0 komentar

NAMA : AHMAD WAHYUDIN
NIM : 20080530028


Pada decade pasca perang dunia dua yang di tandai dengan kemenangan Negara-negara blok Barat ( Unaited State of America dan United Kingdom ) atas Negara-negara blok timu ( Eropa ) yang memberikan dampak sebuah lanjutan proses integrasi dan pemutusan ekonomi secara sistematik yang termanifestasikan dalam sebuah sistem hasil pertemuan Bretton Woods.

Melalui hasil pertemuan Brettom Woods tersebut, semangat globalisasi meluas hingga negara-negara di dunia tidak terkecuali indonesia mengikuti Brettom Woods.
Pada awal tahun 1971 kesepakatan dibuat untuk membagi-bagi mineral indonesia kepada perusahaan asing. Tidak hanya itu, di sektor pertambangan sumber daya alam, bangsa indonesia dirampok bangsa asing lewat perusahaan-perusahaan tambang mereka yang ada di negri ini.

Kemunculan UU No 11 Tahun 1967 tentang ketentuan pokok pertambangan, yang pertama di nikmata oleh PT Freeport dengan di serahkannya 1,2 juta hektar tanah di papua kepada Freeport McMora dan Rio Tinto oleh Rezim Orde baru. Hal itulah yang kemudian enjadi awal dari meluasnya ketertindasan, kemiskinan dan pembodohan masyarakat adat di tanah papua.

Perusahaan-perusahaan multinasional lain yang sudah bertahun-tahun menancapkan kukunya di indonesia ternyata tidak memberi keuntungan yang setimpal dengan yang dirasakan oleh masyarakat adat yang ada di sekitar perusahaan-perusahaan multinasional tersebut beroperasi. Perusahaan multinasional semakin bertambah besar dan kaya, sedangkan masyarakat adat di indonesia yang berada disekitar perusahaan multinasional tersebut beroperasi semakin miskin.

Dalam rangka ulang tahunnya yang ke 13, SOPINK (solidaritas untuk orang pinggiran dan perjuangan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) memutarkan sebuah film yang berjudul “ The New Ruler’s Of The World “ Rabu 4 Maret 2009 di ruang E.1.5 sekitar pukul13.00 WIB. Film tersebut disaksikan oleh anggota VOC (Voice Of Communication) dan panitia SOPINK serta mendatangkan 2 pembicara yaitu mas Junaedi dan mas Feri.

Semua penonton terkesan dengan film yang di sutradarai oleh John Filger, karena film ini bercerita tentang wajah dibalik Globalisasi. Globalisasi yang kita rasakan sekarang ini hanyalah sebagian kecil kemewahan yang ditawarkan kepada kita. Padahal dibalik kemewahan itu banyak sebagian rakyat bangsa kita yang tertindas khususnya kaum buruh. Berbagai brand papan atas dunia ramai menyerbu pasaran di Indonesia seperti : Convers, Nike, Gap, Adidas dsb. Namun sayangnya hal tersebut tidak membuat maju perekonomian Indonesia, karena rendahnya upah yang diterima mereka dari perusahaan asing tersebut. Jadi sebenarnya globalisasi di Indonesia membuat rakyat miskin menjadi semakin miskin dan yang kaya semakin kaya.
Acara ini berjalan dengan lancar karena setelah pemutaran film diikuti sesi Tanya jawab yang sangat antusias oleh anggota VOC. VOC merasa bangga dapat bekerjasama dengan teman-teman SHOPINX, karena dapat mempererat hubungan antar dua organisasi yang ada di UMY ini. (TRISKA A.M / 20080530003)

Felly helda (20080530038)

Diposting oleh VOC On 9:31:00 AM 0 komentar

WAKTU WAWANCARA : Selasa, 4 april 2009
JAM : 10.45 -11.00
TEMPAT :Ruang kelas E.1.5
PEWAWANCARA : FELY HELDA



Pertemuan awal saya dengan lisa, pada waktu kami sama sama mahasiswa baru sebuah UNIVERSITAS,dan kebetulan kami 1 kelas.Scara tidak disengaja pula,kami duduk bersebelahan.kemudian kami berkenalan.
Awal pertemuan lisa dan vio
ketika awal berkenalan, yang kami bicarakan,seperti layaknya orang yang berkenalan{asl sekolah,alamat rumah.dsb}.
Pada awalnya kami tidak begitu akrab.keakraban di mulai ktika kami berbincang bincang,dan ternyata kami mempunyai teman spesial yang bergelut di bidang militer.Lama kelamaan kami swmakin akrab.Hal hal yang di bicarakan mulai masuk ke hal hal yang bersufat pribadi.
Topik yang kami bicarakan semakin pribadi.Kami pun seringkali saling curahat.Lisa dan vio memiliki banyak kesamaan.Dari kesamaan sifat,sesuatu yang tidak disukai,dsb.
Perubahan kedekatan kami , yang tadinya hanya teman sekelas menjadi sahabat pun tidak memebutuhkan waktu yang lama. mungkin karena kami memiliki banyak persamaan.

GLOBALISASI NIKE,GAP,DLL MENGANCAM DUNIA

Diposting oleh VOC On 9:26:00 AM 0 komentar

Nama : Kerli rosa
N.I.M : 20080530017
Tugas : Membuat berita



Siapa sangka merk NIKE,GAP dll yang di minati remaja di dunia ini merupakan virus yang sangat berbahaya bagi Indonesia dan dunia.Di hari jadi sopink (sosialisasi orang pinggiran) yang ke 13.Hari Rabu,04 Maret 2009.

Di hari jadi sopink yang ke 13 yang bertema Globalisasi dan Tinjauan secara polotik,Fajar Junaedi (dosen UMY) dan Ferry Widodo (FPPI Pimpinan Kota Jogjakarta) selaku pembicara dalam bedah kasus krisis globalisasi yang mengancam di Indonesia dan dunia yang di akibatkan dari produk bermerk seprti NIKE,GAP dll yang membut para peserta yang datang menjadi menarik untuk di pertanyakan.
Bahkan kasus globalisasi yang mengancan saat ini sudah mengakar di Indonesia dan belahan Dunia.Terutama remaja pada saat ini yang demam akan merk terkenal yang mereka bangga-banggakan saat ini yang membuat kasus krisis globalisasi menjadi semakin berkembang di Indonesia dan belahan Dunia.Kasus yang membuat para keritikus menjadi geram untuk mengkritiki masalah krisis globalisasi yang mengancam saat ini.
Pemerintahpun belum biasa untuk mencari solusi untuk kasus yang akan membahayakan para nasip buruh Indonesia dan belahan Dunia yang menjadi korban,dimana kariawan buruh harus berkerja 17 jam untuk menghasilkan produk bermerk yang akan di produksi untuk di ekspor ke berbagai negara.Meskipun gajih yang di dapat oleh buruh tidak sesuai dengan hasil yang mereka kerjakan.

Disinilah kasus menjadi semakin menarik ketika sang pembicarapun tidak dapat menghindari pertanyaan dari salah satu peserta yang menyatakan bahwa kerisis globallisai sudah mengakar di Indonesia dan belahan dunia.Fajar Junaidi (selaku pembicara) mengakuai bahwa dia menggunakan produk bermerk yang sedang menjadi kasus dalam kerisis globalisasi.Meskipun demikin kedua pembicara menegaskan bahwa perlunya meningkatkan cinta Produk Indonesia dan anti terhadap kerisis globalisasi.

Feradhita (200080530012)

Diposting oleh VOC On 9:25:00 AM 0 komentar

Nama : Feradhita NKD
NIM : 20080530012

Rabu, 5 maret 2009 pukul 13.30 diadakan peringatan ulang tahun “Sopink” yang ke-13. Acara ini berlangsung sekitar 2,5 jam di ruang E 1.5 fisipol UMY yang dihadiri oleh mahasiswa kelas A angkatan 2008. Dalam kesempatan tersebut penitia “Sopink” memutarkan film berjudul “The New Rules of The World”. Panitia menghadirkan dua pemicara, yaitu Bapak Fajar widodo dan dosen dasar-dasar jurnalistik yang lebih kerap dipanggil Mas Jun.

Film tersebut menceritakan kehidupan buruh di Indonesia yang sangat memprihatinkan sebagai akibat dari globalisasi di jaman pemerintahan Suharto. Sebagian besar buruh di Indonesia bekerja di pabrik peusahaan besar di dunia. Gaji yang diperoleh sangat tidak setimpal dengan tenaga yang mereka berikan. Para buruh terpaksa mau menerima perlakuan ini karena desakan ekonomi dan tingkat pengangguran yang tinggi di Indonesia. Seusai pemutaran film, kedua pembicara menjelaskan argumentyang disusul dengan beberapa pertanyaan dari peserta.

Para peserta terlihat begitu antusias menaggapi pemutaran film tersebut. “Kita terlihat begitu munafik jika kita mengatakan anti globalisasi tetapi tetap saja menggunakan produk luar negri” ungkap salah seorang peserta. Pemerintah juga seharusnya jangan mementingkan keuntungan pribadi denagan mengorbankan kehidupan rakyat kecil. Acara ini diakhiri sekitar pukul 14.30 dengan pemberian tanda mata Sopink kepada kedua pembicara. Banyak sekali pengetahuan yang diterima dari pemutaran film tersebut. “Terimakasih kepada Sopink yang sudah mau berbagi kebahagiaan di ultahnya yang ke-13 ” tambahnya.

GLOBALISASI

Diposting oleh VOC On 9:22:00 AM 0 komentar

TERNYATA perubahan zaman menjadi zaman globalisasi,tidak menguntungkan semua orang.Hanya orang orang yang memiliki pundi pindi emas saja yang dapat menikmatinya. Apalagi mereka yang menjadi buruh perusahaan perusahaan asing, yang diupah sangat tidak sebanding denagan yang dikerjakanya.

pemerintah hanya mementingkan keuntungan negara saja, mereka tidak memikirakan rakyatnya.mereka thanya tergiur dengan keuntungan yang besar saja.mereka tidak sadar bahwa negara kita sedang dijajah oleh para investor asing.

Apa jadinya bangasa kita ini jika para petingginya hanya memikirkan keuntungan saja. mereka hanya ingin memperkaya diri mereka sendiri. Dimana letak bukti yang mengatakan globalisasi mengarah keperubahan yang lebih baik. (Felly Helda, 20080530038)

Kristri P W

Diposting oleh VOC On 9:18:00 AM 0 komentar

Hari/Tanggal : Rabu, 4 Maret 2008
Tempat : Kantin Selatan UMY
Pewawancara : Kristri P W

D isiang yang terik itu, saya mewawancarai Paijo (bukan nama sebenarnya) untuk mengetehau masalah perjalanan kehidupan persahabatannya. Paijo yang berasal dari Bukit Tinggi, menuturkan bahwa dia dekat dengan seorang temannya yang ada di Semarang, sebut saja Paimin. Hal itu bermula pada tahun 2004, saat dia berlibur di tempat saudaranya (kakak sepupu), yang juga menjadi tetangga Paimin di Semarang. Paimin adalah teman kakak sepupu Paijo. Saat diperkenalkan kepada Paimin oleh kakak sepupunya, Paijo langsung tertarik dengan gaya Paimin. Gaya paimin yang stylish, modis, dan fashionable, membuat Paijo ingin berkenalan lebih dekat. Mereka mulai sering bermain bersama. Apalagi saat kakak sepupu Paijo (yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang) melakukan kewajibannya sebagi mahasiswa, maka otomatis membuat Paijo yang sendirian semakin dekat dan banyak menghabiskan waktu bersama PAimin. BErawal dari obrolan tentang fashion, akhirnya Paijo menemukan kecookan dengan PAimin. Paijo mulai banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya kepada PAimin, begitu juga sebaliknya. Bahkan Paimin pun rela mencarikan jodoh bagi PAijo, saat Paijo curhat tentang keresahannya yang hingga saat itu belum mempunyai kekasih. Peristiwa itu membuat PAijo dan Paimin semakin dekat dan erat. Bahkan tak segan-segan mereka mereka bercerita soal perbedaan yang prinsipil (perbedaan agama) yang mereka alami. KEmampuan untuk saling mengerti tersebut, membuat mereka berdua merasa klik. TAk terasa sudah 4 Tahun Paijo menjalin persahabatan dengan Paimin. Persahabatan mereka tidak selalu mulus. Terkadang muncul cek-cok dan ketidak sepahaman saat mereka bertukar pikiran. Paijo sangat tidak suka, saat mengetahui bahwa dalam pikiran Paimin selalu berisi wanita-dan wanita. Namun mereka mampu menyadari, bahwa hal itu wajar saat dua orang yang membawa keunikan masing-masing bersama. Hingga kini, meski mereka dipisahkan oleh jarak, mereka tetap bersama dan mampu mengatasi perbadaan jarak tersebut. Laksana pepatah, jauh di mata, namun tetap dekat di hati. Semog persahabatan mereka tak lekang ditelan waktu dan angkuhnya zaman.

Kerli Rosa (20080530017)

Diposting oleh VOC On 9:16:00 AM 0 komentar

Waktu wawancara : Senin,3 maret 2009 jam,11.05 WIB

Tempat : Lobby FISIPOL

Pewawancara : Kerli rosa

N.I.M : 20080530017


Seperti lagu yang di populerkan dan di bawakan oleh Sinden toska yang berceritakan tentang persahabatan.Rio dan Radit (nama samaran) mempunyai cerita tentang persahabatan yang mereka jalani sekarang ini.Rio (bukan nama sebenarnya) di sela wawancara dia menceritakan perjalanan persahabatan mereka yang menemukan banyak masalah.Berawal dari perkenalan di saat perkuliahan di mulai.Di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Rio dan Radit (nama samaran) menemukan banyak masalah di awal kuliahnya.Di sinilah rasa saling membutuhkan diantara mereka mulai tumbuh.”karna kita satu kelas dan banyak tugas,disinilah kedekatan mulai muncul”ujar Rio ketika di wawancarai.Selain ngerjain tugas bareng Rio dan Radit (nama samaran) sering jalan bareng dan di sela obrolan mereka mulai merambah tentang tipe-tipe cewe idaman.

”Disinilah saya merasa dekat dan yakain bahwa dia adalah sahabat saya”ujar Rio dengan tertawa.Kedewasaan yang di miliki oleh Radit (bukan nama sebenarnya) membuat Rio menjadi lebih dekat dan percaya bahwa Radit (bukan nama sebenarnya) petut menjadi motivator buat Rio (bukan nama sebenarnya).

Meskipun persahabatan merekan menemukan suatu masalah besar dan bahkan mengalami miss communicasion selama satu bulan.Setelah di klarifikasi terjadi kesalah pahaman di antara Rio dan Radit (nama samaran).Disinilah Rio (bukan nama sebenarnya) sadar bahwa persahabatan itu tidak selamanya mulus.”Tetapi masalah itulah yang akan membauat saya menjadi lebih mengenal siapa dia”ujar Rio (bukan nama sebenarnya) dengan serius.




Breadht
Yang saya dapat pada saat wawancara dengan Rio (bukan nama sbenarnya) adalah ketika saya mulai bertanya tentang nama. Pertanyaaan berikutnya saya berikan Rio (bukan nama sebenarnya ) menjawab pernyaaan yang saya berikan meskipun tidak terlalu panjang dan jelas. “permasalahan apa yang menyebabkan adanya miss communicasion ? “ ujar saya. Rio (bukan nama sebenarnya) menjawab “permasalahan sesuatu yang tidak perlu saya ceritakan kepada anda,yang jelas saya pernah ada masalah tentang kesalahfahaman diantara kita “. Menurut saya disitulah adanya batasan-batasan yang menurut saya narasumber yang saya wawancara itu kurang suka untuk membahas tentang masa lalu.

Dept
Dept yang saya dapat dalam melakukan wawancara dengan Rio (bukan nama sebenarnya) ketika saya mulai bertanya tentang hal yang mengarah kedalam suatu hal yang lebih pribadi. “apa saja yang anda ceritakan selain tentang keluarga dan tentang tugas-tusas kuliah? “ujar saya. Rio (bukan nama sebenarnya) menjawab “ tentang ceweklah mas bahkan tipe-tipe cewe yang cantik itu adalah kulitnya putih,tinggi,sexi “,menurutnya. Percakapanpun semakin panjang dan setiap pertanyaan yang saya berikan tidak membuatnya merasa keberatan sama sekali.

Muhammad Saktipan (20080530020)

Diposting oleh VOC On 9:11:00 AM 0 komentar

Narasumber : Charlie

Hari/Tanggal : Rabu, 04 Maret 2009

Tempat : Loby Fak. Hukum UMY

Waktu : 11.05 WIB

Pewawancara : Muhammad Saktipan

Hasil Wawancara :

Tania, itulah nama sahabat terdekat saya. Pada awal perkenalan, pada saat itu saya sedang menghadiri sebuah acara, Lyla memperkenalkan Tania kepada saya. Di awal perkenalan itulah saya mulai menjalin tali persahabatan. Tetapi saya merasa heran dan selalu bertanya dalam hati, ”kok bisa ya!! Tania menjadi sahabat terdekat saya, sedangkan Lyla yang telah lama saya kenal, hubungan persahabatan kami tidak seperti hubungan persahabatn saya dengan Tania yang begitu erat sampai sekarang.

Sesuatu yang membuat saya menjadi sangat dekat dengan Tania yaitu, karena saya sering berjumpa dengannya di tiap-tiap acara, bukan hanya itu saja, kami berdua juga sering membuat janji untuk bertemu entah itu makan siang bersama ataupun makan malam bersama. Dari kegiatan-kegiatan seperti itulah yang membuat hubungan kami semakin hari semakin dekat dan kita berdua jadi lebih saling mengenal satu sama lainnya. Pada saat berjumpa dengan Tania banyak sekali hal-hal yang menarik untuk kita bahas bersama, mulai dari masalah yang umum sampai masalah yang sangat pribadi kita bahas berdua dan mencari jalan keluar atas masalah yang kita hadapi.

Saya merasa sangat semakin dekat dengan Tania, pada saat saya mendapat suatu masalah yang sangat besar. Dimana orang-orang di sekitar saya tidak peduli dan bahkan tidak mau tahu dengan masalah yang saya hadapi. Namun, Tania menjadi sosok sahabat yang sangat berarti bagi saya. Tania memberikan solusi, masukkan, dan membantu saya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Dari permasalahan yang saya hadapi inilah saya menjadi sangat yakin bahwa. Walaupun pada awalnya saya merasa ragu dengan Tania, namun dengan permasalahan inilah saya menjadi sangat yakin bahwa Tania adalah sabat sejati saya.

Kelompok 7 KAP

Diposting oleh VOC On 3:25:00 PM 2 komentar

TUGAS “KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI”

Nama Kelompok :
- Muhammad Firdaus (20080530030)
- Muhammad Saktipan (20080530020)
- Rizky Ardhani Nugroho (20080530009)
- R. Putri Wahyu Rahmawati (20080530021)
- Ninda Nur Palah (20080530022)

Latar belakang
Latar belakang dari lima skripsi yang kami baca. Dalam latar belakang setiap skripsi tersebut lebih menjelaskan secara detail mengapa mengambil masalah atau judul skripsi tersebut, siapa saja sasaran yang akan diteliti serta dalam menuliskan latar belakang masalah dituliskan juga bukti-bukti serta sumber-sumber yang digunakan. Dari kelima skripsi yang kami diskusikan semuanya lebih menjurus pada komunikasi interpersonal.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam lima skripsi ini berupa daftar-daftar pertanyaan yang akan dijadikan sebagai dasar untuk membuat hipotesa dari permasalahan yang mereka angkat. Rumusan masalah setiap skripsi yang kami baca merumuskan lebih dari satu masalah atau pertanyaan yang akan dibahas dalam skripsi tersebut.

Kajian Teori

Dalam kajian teori ini pada lima skripsi tersebut menjelaskan mengenai kajian-kajian teori yang mereka pergunakan dalam penelitian tersebut, menjelaskan pengertian teori-teori, tipe-tipe teori yang digunakan serta cara-cara penyelesaian konflik yang akan meeka gunakan.

Metode Penelitian
Dari lima skripsi yang telah kami bahas dan didiskusikan, dalam metode penelitiannya kelima skripsi tersebut menjabarkan tentang jenis penelitian yang digunakan dan semua skripsi tersebut memakai jenis penelitian deskriptif kualitatif, serta menjelaskan pula teknik-teknik pengumpulan data, pendeskripsian informan yang gunakan dalam penelitian juga teknik analisis data yang digunakan .

Tujuan Penelitian

Dalam tujuan penelitian pada lima skripsi yang kami diskusikan semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengetahui lebih dalam mengenai judul skripsi yang mereka angkat. Ada pula yang mendieskripsikan maksud dari judul skripsi yang mereka angkat.

Manfaat Penelitian

Dalam lima skripsi terdapat dua manfaat yang bisa diambil yakni manfaat teoritis yang maksudnya ingin menambah wawasan keilmuan bagi kalangan yang mempunyai minat dan kepentingan bagi permasalahan yang mereka angkat dalam skripsi mereka tersebut. Dan juga manfaat berikutnya yaitu manfaat akademis yang maksudnya dapat memberikan tambahan referensi untuk kajian-kajian komunikasi khususnya kajian komunikasi interpersonal.



Kerangka Teori

Untuk kerangka teori, lima skripsi tersebut lebih mendeskripsikan mengenai teori-teori yang mereka gunakan dalam penelitian. Contohnya, mengenai kredibilitas, komunikasi interpersonal, dll. Namun susunan kerangka teori yang digunakan sesuai dengan susunan atau tahapan-tahapan dalam permasalahan yang mereka angkat dalam skripsi tersebut.

Daftar Pustaka
- Januar, Nita. (2007). Komunikasi Interpersonal Kaum Muallaf dengan Orang tuanya. Skripsi. Yogyakarta
- Novitasary, Titta, (2008). Kredibilitas Pembina dan Perubahan Perilaku untuk Sembuh pada Korban Narkoba. Skripsi. Yogyakarta
- Nugraheni Mifta, Dyah. (2008). Penyelesaian Konflik Pasangan SuamiIstri yang belum memilki Keturunan. Skripsi. Yogyakarta
- Khoirunissah. (2007). Pendekatan Komunikasi Interpersonal antara Orang tua dengan Anak Penyandang Autis dalam Proses Terapi di rumah. Skripsi. Yaogyakarta
- Lestari, Rini. (2007). Proses Komunikasi Interpersonal antara Orang tua Tunggal (single parent) dengan Anaknya. Skripsi. Yogyakarta

Agam Abrianto (20080530031)

Diposting oleh VOC On 11:42:00 AM 0 komentar

KEKASIH CITRA


Citra, bukan nama sebenarnya. Seorang gadis berbadan besar dan berparas cantik. Salah seorang sahabat karib yang berhasil saya temui sore hari ini. Citra bersedia berbagi cerita dengan saya mengenai kekasihnya dan perlakuan orang terdekatnya terhadap kekasih barunya yang baru seumur jagung itu.

Menurut pengakuan Citra, kekasih barunya yang kata orang lebih mirip Budi Anduk ini sangat perhatian terhadapnya. Bagaimana tidak, sewaktu Citra digoda lelaki iseng, si Budi Anduk ini langsung memburu orang yang mempunyai nomor handphone itu. Dirinya tidak terima kekasih besarnya di perlakukan bak wanita murahan yang bisa diajak tidur orang dengan hanya lewat sms.

Dimata sahabat, tetangga dan orang tua Citra, Adi nama sebenarnya kekasih Citra, tidak lebih ganteng dari mantan kekasih Citra yang sebelumnya. Hanya saja si Adi mempunyai kelebihan lain, selain pengertian dan perhatiannya pada Citra. Sebut saja Honda Jazz berwarna “kopi susu” ber-plat nomor polisi wilayah Jogja, selalu menemani hari-harinya bersama Citra sewaktu berkunjung kerumah atau sewaktu jalan-jalan ke cafe, klub malam, mall atau tempat yang menyenangkan lainnya.
Bagi Citra sendiri, tidak begitu mempermasalahkan fisik kekasihnya yang berbadan besar, muka tidak lebih ganteng dari Budi Anduk, atau kesahajaannya dalam berpakaian. Citra membuktikan pada saya, bahwa di samping kekurangan fisik kekasihnya, dia mampu membelikan t-shirt polo dari Planet Surf toko baju prestigious untuk adik lelakinya. Atau setidaknya, dalam hubungan pacaran mereka, si Adi mampu menunjukkan eksistensinya sebagai orang berada dengan menggandeng Citra hanya sekedar makan malam di Empire atau closing party di Caesar Cafe.

“Sepertinya saya menelan ludah saya sendiri deh agam…” kalimat pertama yang keluar dari bibir sexynya sewaktu saya mintai tolong untuk menjadi komunikan saya. “ Dulu, Vio teman kita pernah bertanya mengenai kekasih” lanjutnya bercerita. “ Dia bilang, Citra lebih memilih mana? Pria tampan tapi miskin atau pria jelek tapi kaya ? jawabku waktu itu tentu pilihan yang pertama.” tambahnya. “ Tapi sekarang, saya mendapati pilihan yang kedua itu.” Tutupnya sembari tersenyum tersipu kepadaku.
Hujan yang cukup membasahi orang berkendara motor sore itu, nampak sebagai tirai yang menemani kami mengobrol di cafetaria yang terletak depan kampus STIE YKPN jalan seturan itu. Di area hotspot inilah, Citra berbagi gambar foto kekasihnya yang nampak dari layar apple 14 incinya. “hahahahahahaha” kalimat pertama yang keluar dari mulut saya sewaktu melihat wajah kekasihnya yang benar apa kata orang bahwa mirip dengan Budi Anduk. “wah parah Cit….” tuturku kepadanya. “ Tongkrongan bisa Honda jazz i-dsi tapi wajahnya tidak semanis mobilnya” celotehku yang Citra sudah tahu gaya candaanku.
Entah senyum lucu atau senyum palsu menutupi malu, Citra kemudian pergi membayar orderan kami di meja kasir yang hanya terletak beberapa kaki dari tempat duduk kami. “Ayo cabut cin…” serunya sambil mengulurkan kunci mobil station wagoonnya padaku, yang maksudnya saya yang di suruh membawakannya. Perlahan mobilnya yang saya kemudikan membawa kami melintasi jalan seturan yang mempunyai kesan bagi kami, dimana kami pernah mendorong mobil bersama karena macet, dan waktu itu tidak ada seseorang yang dapat menolong kami karena mobil yang kami kendarai waktu itu beraki kering yang membutuhkan charger aki untuk dapat berjalan lagi. Tepat di depan rumah tingkat dua berwarna orange, saya turun mobil dan mengucapkan terimakasih atas segalanya untuk Citra yang sudah bersedia berbagi kisah pribadinya dengan saya. Seraya berpindah ke tempat duduk mengemudi Citra sekali lagi tersenyum lebar dan membunyikan klakson mobilnya sebagai pertanda salam perpisahan pertemuannya dengan saya yang sudah menjelang malam itu.

Topik yang muncul diantaranya persepsi Citra terhadap kekasihnya yang pengertian dibandingkan mantan kekasihnya. Kedekataan hubungan yang baru seumur jagung ternyata tidak begitu pula dengan kedekatan emosional mereka. Di mata keluarga, tetangga dan teman Citra bahwa Adi merupakan seorang yang buruk rupa, namun diantara orang terdekat Citra mereka mengakui keunggulan sisi lain Adi. Sifat kemanusiaan yang tinggi serta dukungan finansial membuat mereka mulai menerima Adi.
Di awal ceritanya Citra begitu terbuka sehingga kedalaman topik yang kita alami tidak nampak, Citra sudah kenal baik dengan saya sewaktu masih sama-sama duduk di bangku SMA, bagi kita tidak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi. Rasa malu pun tidak kami rasakan sewaktu bercerita sekalipun hal itu sangat privacy. Jika pun ada, kedalaman topik justru timbul saat kami masih ingat kejadian masa silam saat kami pernah mendorong mobil yang macet di jalan pulang yang kita lewati kemarin.

Rayakan Ulang Tahun Dengan Pemutaran Film

Diposting oleh VOC On 10:49:00 AM 0 komentar

SOPINK (solidaritas orang pinggiran dan perjuangan kampus) merayakan ulang tahun dengan pemutaran dan apresiasi film sebagai wujud dari eksistensinya selama 13 tahun ,Rabu(04/03). Bekerja sama dengan Fajar Junaedi (Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ). SOPINK,organisasi yang mengaku peduli dengan masyarakat miskin yang ada di Indonesia ,memutarkan film documenter yang berjudul “The New Rules of The world” .Film ini, sarat dengan pemberdayaan rakyat Indonesia oleh perusahaan – perusahaan di negara adidaya sebagai dampak dari Globalisasi.Setelah pemutaran,dilanjutkan dengan apresiasi film oleh Fajar Junaedi dan Ferry Widodo (Sekjend FPPI Pimpinan Kota Yogyakarta ). Acara yang berlangsung di ruang Multimedia Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung tertutup dengan peserta yang cukup apresiatif. (Adityo prayogo, 20080530027)

Adityo prayogo (20080530027)

Diposting oleh VOC On 10:46:00 AM 0 komentar

Waktu wawancara : rabu , 04-03-09 jam 10.40 – 11.20
Tempat : Kantin fisipol UMY
Pewawancara : Aditiyo Prayogo (20080530027)

Saya memilih rifki (bukan nama sebenarnya) sebagai target dari tugas wawancara yang diberikan oleh dosen saya dalam mata kuliahnya . Pagi itu , kebetulan dia sedang sarapan pagi di kantin selatan kampus kita . Setelah saya menghampirinya dan duduk tepat di sebelahnya , dengan sedikit ber basa – basi dan memancing pertanyaan tentang teman dekat, tak lama kemudia dia menceritaknya panjang lebar sambil perlahan menghabiskan makanan yang masih tersisa.
Lia ( nama teman dekat rifki ) menurut rifki adalah seorang teman yang sangat ber arti di hidupnya , dia sangat mengerti dan memahami rifki .

Awal pertemuaan Rifki dengan Lia pada saat mereka sama-sama duduk di bangku kelas 1 SMA . Awalnya Cuma sekedar saling sapa , karena mereka belum terlalu mengenal satu sama lain. Itu karena letak kelas kita yang berbeda “ujar Rifki “.
Saat kedunya naik ke kelas 2 kebetulan mereka satu kelas , karena mereka sama-sama mengambil jurusan ilmu sosial . hal – hal yang mereka bicarakan pada awal kelas 2 pun tidak terlalu spesifik , bahkan terkesan tidak penting karena kebanyakan mereka membicarakan apa yang mereka lihat dan orang lain lakukan . Misalnya : mengenai tingkah aneh teman – temen mereka , kejadian – jadian disekolah , termasuk membicarakan tentang guru yang galak dan kebanyakan tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan mereka masing – masing .

Dengan berjalannya waktu , kedekatan mereka pun semakin bertambah . Sampai pada suatu saat ketika mereka sama – sama mendapatkan nilai ujian yang jelek , bukannya sedih yang didapat tetapi mereka malah merasa senang karena sadar kalau antara mereka saling mempunyai kecocokan . mungkin, karena kita merasa satu nasib kita semakin dekat aja “kata rifki sambil menelan makanan terkhirnya “. Karena sama – sama merasa satu nasib, mereka pun sering menyelesaikan masalahnya bersama - sama. Apapun permasalhannya , dari persoalan dengan teman-temen nya yang lain, soal pacar , bahkan permasalahan yang ada di keluarganya masing – masing .
Dan kedekatan itupun masih terjalin erat walaupun mereka dipisahkan oleh jarak . Karena sekarang Rifki sudah melnjutkan pendidikanya di YOGYAKRTA dan Lia memutuskan untuk mencari pekerjaan di daerah tempat dia tinggal .

Misra Ayu (20080530040)

Diposting oleh VOC On 9:42:00 AM 0 komentar

Nama : Misra Ayu
NIM : 20080530040
Kelas : A


Saya dan MD (bukan nama sebenarnya) adalah teman satu kelas. Saya dan MD cukup mempunyai hubungan pertemanan yang baik karena kami satu kelas. Ketika saya mewawancarai MD, MD sangat bersemangat sekali. Respon yang diberikan MD atas pertanyaan-pertanyaan saya di jawab dengan antusias dan sangat terbuka.
MD dan SY (bukan nama sebenarnya) berteman sangat dekat. Perkenalan itu diawali dengan persaingan. Persaingan ini dimaksudkan karena mereka berbeda kelas. Kelas MD dan kelas SY adalah dua kelas yang sangat bersaing.
Pada kelas dua SMP mereka dipertemukan dalam satu kelas, awalnya MD dan SY membicarakan masalah akademis (prestasi) dan masalah orang-orang di kelas, lama kelamaan topic yang dibicarakan mengarah ke satu pikiran dan hingga kini pertemanan itu masih terjalin sangat erat.


Breadth…
Breadth adalah jumlah topic yang kita bahas dengan orang lain. Semakin jauh perbedaan kelas social kita dengan orang lain, maka akan semakin sedikit topic yang kita bahas dengan orang tersebut. Sebaliknya, semakin dekat kelas social dengan seseorang, maka semakin banyak topic yang dapat kita bahas dengan orang tersebut.
Contohnya:
Seorang penjual sayur di pasar pasti lebih leluasa dan nyaman berkomunikasi dengan sesama penjual sayur. Mereka pasti lebih mendalam membincangkan sesuatu seperti harga sayur, kenaikan harga bahkan keuntungan yang mereka dapat. Bila dengan seorang pembeli yang berprofesi sebagai dokter atau penjabat, pastinya penjual sayur hanya berbincang seputar hal-hal yang umum seperti harga sayur tersebut.
Breadth yang di lakukan oleh MD dengan temannya ST berawal dari hal yang sempit menjadi hal yang luas. Pada awalnya MD dan ST hanya bercerita masalah pelajaran dan orang-orang yang ada di kelas mereka. Rupanya karena satu pikiran (klop) pembicaraan yang tadinya hanya masalah sekolah meluas sampai masalah pribadi. Mereka selalu curhat masalah keluarga bahkan masalha cowok. Mereka juga selalu sharing mulai dari masalah umum seperti sekolah sampai masalah khusus seperti masalah keluarga dan masalah cowok.

Depth…
Depth adalah seberapa dalam komunikasi kita denagn orang lain. Semakin dekat seseorang dengan orang lain, maka hal yang dibicarakan akan semakin banyak. Hal ini juga berarti bahwa semakin dalam perbincangan mereka, akan semakin dekat pula mereka dengan sisi pribadi lawan bicaranya.
Depth yang dilakukan oleh MD dengan temannya ST jelas semakin dalam dan dekat. Hal ini terlihat dari topic yang mereka bahas semakin dalam dan lebih pribadi. Pada awal perkenalan mereka hanya membahas seputar masalah akademis dan teman-teman yang ada di kelas. Namun semakin lama percakapan mereka lebih bersifat pribadi, seperti membicarakan tentang masalah-masalah yang mereka alami seperti nmasalah keluarga. Percakapan ini tidak akan terjadi jika tidak ada pendekatan yang mendalam.

Astiwahyuningsih (20080530037)

Diposting oleh VOC On 9:10:00 PM 0 komentar

Nama : Asti Wahyuningsih
Kelas : A
No : 20080530037
Dosen : Bpk.Fajar Iqbal


Sekitar pukul 07.00 pagi, saya telah berada di gedung Fisipol UMY, saya mengamati 2 orang wanita yang sedang duduk bersampingan. Dan di sinilah saya mewawancarai salah satu dari wanita tersebut. Dia bernama Anisa (nama disamarkan) saudari Nadia (nama di samarkan). Mereka bersabat kurang lebih selama 2 tahun.

Pertama-tama mereka berkanalan di lobi hukum, ketika mereka akan bersama-sama menuju kantin.

Hubungan mereka semakin dekat ketika mereka merasa cocok antara satu dengan lainnya hal itu bermula dengan adanya lelucon dan obrolan ringan.
Mereka merasa nyaman dengan hal yang diobrolkan seperti masalah pribadi, masalah keluarga, dan berbagai masalah lainnya.

Perubahan kedekatan mereka adalah 1 minggu, dari awal mereka bertemu. Karena kebetulan rumah mereka satu arah, mereka setiap hari berangkat dan pulang bersama-sama. Dan hal itullah yang menjadikan mereka semakin dekat.

BREATH :

Sampai sekarang hubungan dua sahabat itu semakin dekat,mereka memberikan keluasan tentang hubungan mereka antara satu dengan lainya. Banyak sekali hal yang di bicarakan sehingga mereka menjadi sangat dekat.


DEPTH :

Hubungan diantara kedua sahabat ini sangat dekat. Tidak ada satu hal yang di sembunyikan diantara mereka,sampai masalah pribadi dan masalah terkecil apapun mereka bicarakan bersama.
Karena hal tersebut adalah hubungan emosi dan perasaan.

Noor Faiz (20080530032)

Diposting oleh VOC On 9:07:00 PM 0 komentar

NAMA : NOOR FAIZ
NIM : 20080530032
WAKTU : Rabu, 4-03-2009
Jam 10.40 – 11.20 WIB
TEMPAT : Kantin selatan UMY



Ojan (nama samaran) adalah teman saya satu jurusan. Tetapi, beda kelas. Agaknya untuk mewawancarainya tergolong sukar, karena jarang bertemu. Tetapi dalam sesi wawancara ia begitu antusias setiap kali ada pertanyaan yang saya ajukan. Tentu hal ini memudahkan saya dalam menggali informasi tentang masa lalunya dengan sahabatnya.

Budi (nama samaran) adalah teman semasa kecil Ojan. Rumah Ojan yang dekat dengan rumah Budi menjadikan mereka terbiasa main bersama. Mereka berdua terlihat kompak. Hampir setiap hari mereka terlihat baermain bersama. Kecocokan dalam berkomunikasi keduanya membuat hubungan mereka menjadi erat. Mereka berdua mempunyai kesamaan, sama-sama mencintai musik. Dari seringnya meraka bersama tampaknya Ojan sudah merasa “pas” berteman dengan Budi.

Kelas 1 sampai kelas 6 SD, Ojan dan Budi selalu bersama. Kebersamaan mereka berdua tampak dari seringnya Ojan dan Budi dalam satu kelompok kerja. Setiap pulang sekolah mereka mempunyai kebiasaan. Bermain.

Namun menginjak bangku SMP Ojan dan Budi berpisah. Perpisahan ini terjadi karena Budi harus pindah ke Kalimantan karena ada urusan keluarga. Sejak saat itu mereka terpisahkan oleh jarak. Akan tetapi, sejatinya mereka selalu dekat di hati. Sampai detik ini, Ojan merasa bahwa Budi adalah sahabat terbaiknya.

Reza Noor Arifin (20080530026) KAP

Diposting oleh VOC On 9:01:00 PM 0 komentar

Hari : Rabu, 04 Maret 2009
Pukul : 10.30 – 11.00
Tempat : Kantin Selatan UMY
Pewawancara : Reza Nor Arifin

Lebih dari 3 tahun persahabatan yang terjalin antara Salman dan Vigi (bukan nama sebenarnya). Berawal dari unsur ketidaksengajaan karena mereka bertemu ketika kelas 1 SMA. “Saya melihat Salman adlah seorang yang lucu dan enak diajak berteman, dia bisa membuat tertawa hampir semua kakak kelas yang sedang menggojlok kita” kata Vigi. Namun sebaliknya, Salman tidak megira kalau Vigi termasuk seseorang yang mengasyikkan. Vigi cenderung lebih banyak diam tidak seperti Salman yang ramai. Mungkin seperti orang lain yang lebih banyak diam ketika baru kenal.

Untuk pertama kali mereka hanya membicarakan hal-hal yang biasa saja misalnya tentang lelucon, alamat, sekolah asal, pelajaran. Dari lelucon tersebut Vigi langsung menanggapinya dan sering juga membalas dengan lelucon – lelucon. Hari ke hari membuatnya semakin akrab dan mereka menyadari tentang kesamaan yang sama seperti suka melucu. Dari persamaan tersebut persahabatannya menjadi semakin akrab dan semakin dekat satu sama lain, sehingga arah pembicaraan mulai berubah. Dulu yang hanya membahas masalah – masalah yang biasa saja, kini mulai membicarakan tentang pengalaman, keluaraga dan hal yang pribadipun juga. Mereka tak khawatir akan kebocoran rahasia karena mereka sudah percaya satu sma lain. Mereka juga mulai nongkrong – nongkrong bareng teman ketika pulang sekolah. Dan sampai sekarangpun persahabatan tersebut menjadi semakin dekat. (reza)

Anindihitya Minanti Clara (20080530023)

Diposting oleh VOC On 8:57:00 PM 0 komentar

Nama: Anindhitya Minati Clara Kuncara
Nim: 20080530023
Kelas: A


Senyum manis selalu terlihat diwajah cantik seorang wanita yang bernama Rara (bukan nama sebenarnya). Rara adalah salah satu mahasiswi ilmu komunikasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Wanita yang mempunyai badan jenjang ini tidak sungkan saat saya mintai untuk menceritakan kisah asmaranya.

Pertemuan Rara dengan Rio (bukan nama sebenarnya) bukanlah hal yang disengaja. Kecintaan keduanya pada olah raga berenang saat itu ternyata menumbuhkan benih cinta di hati keduanya, yang tepatnya pada tanggal 18 Nopember 2007. Pada awalnya Rara mengaku mengawalinya dengan berkenalan, setelah itu pembicaraan mengalir dengan sendirinya.

Seiring berjalannya waktu, Rara merasa banyak kesamaan dirinya dengan Rio. Dan banyaknya kesamaan itu membuat Rara seperti bercermin pada dirinya sendiri. Dua minggu setelah pertemuan itu Rara merasa yakin bahwa Rio adalah lelaki yang bisa mengerti dan memahami dirinya.

Pada akhirnya Rara dan Rio masih menjalin hubungan spesial sampai sekarang. Tapi karena faktor pendidikan, Rara dan rio harus tinggal di kota yang berbeda yaitu antara Yogyakarta dan Bogor. Dan itu semua tidak membuat komunikasi antara Rara dan Rio terputus. Karena menurut Rara, walaupun mereka jauh tapi itu semua untuk kebaikan masa depan Rio.

Breadth adalah banyaknya topik yang dibicarakan antar personal. Dalam suatu pembicaraan pasti ada topik yang diperbincangkan. Topik yang saya bicarakan dengan Rara (bukan nama sebenarnya) hanya tentang laki- laki yang sedang dekat dengannya (Rio). Mungkin pembicaraan kami tidak di mulai dengan cara yang lancar, pembicaraan kami di mulai dengan basa- basi. Namun karena kami sudah saling mengenal, pembicaraan yang kami bahas semakin meluas dan banyak topik yang dibicarakan. Hal apa saja yang disukai, makanan kesukaan, dan hobi Rara dan Rio. Tanpa sebuah topik pembicaraan tidaka akan lancar, pembicaraan akan bercabang kemana- mana dan tak terarah.

Depth adalah kedalaman pembiacaraan yang dilakukan saat melakukan komunikasi interpersonal. Depth akan lebih mudah didapatkan biala satu sama lain sudah saling mengenal atau dalam menjalin sebuah komunikasi kedua belah pihak saling terbuka. Pembicaraan yang saya lakukan dengan Rara membuat hubungan kami semakin akrab. Kami saling terbuka dalam bercerita pengalaman yang dipunyai, pengalaman komunikasi yang ia lakukan dengan Rio sangatlah menarik bagi saya. Dari ia memulai perkenalannya , pembicaraan, apapun yang ia dengan Rio sukai, sampai hubungan yang sampai sekarang masih mereka jalani. Saya mendapatkan sebuah pengetahuan yang menarik dari pengalaman orang lain,. Bahwa hubungan spesial tidak terbatas waktu dan usia. Sebuah hubungan akan terjaga baik bila komunkasi di antaranya dapat terjaga baik.

Putri wahyu (20080530021)

Diposting oleh VOC On 8:51:00 PM 0 komentar

Nama : R. Putri Wahyu Rahmawati
NIM : 20080530021
Waktu Wawancara : Rabu, 04-03-2009 Pukul. 10.50-11.00
Tempat : Lobi Fisipol Lt. 2 UMY
Pewawancara : R. Putri Wahyu Rahmawati


Pertemuan awal dengan siska (bukan nama sebenarnya) adalah suatu hal yang tidak disengaja. Kami berada dalam satu kelas yang sama dalam semester ini. Siska merupakan pribadi yang ramah dan friendly. Meskipun begitu, ia memilki kriteria tersendiri dalam memilih sahabat seperti misalnya Witri (bukan nama sebenarnya).
Witri dan Siska sudah bersahabat ketika mereka baru saja memasuki jenjang perkuliahan. Awal mula pertemuan mereka adalah ketika masa ta’aruf atau lebih dikenal dengan sebutan OSPEK, kemudian berlanjut ke OSDI, dimana ia dan witri berada dalam satu khafilah yang sama. Karena Witri berasal dari dari propinsi yang sama yaitu propinsi Jawa Barat, Siska merasa sangat cocok. Mulai dari logat bahasa, pola pikir, topik pembicaraan, dan sebagiainya sehingga terjalin chemistri yang mereka milki akhirnya berakibat timbul rasa rasa saling mempercayai satu sama lain. Topik-topik yang bersifat pribadipun tak jarang mereka bahas, seperti keluarga, keuangan bahkan masalah pertemanan dan percintaan. Meskipun chemistri diantara ,mereka cukup kuat, masalah-masalah kecil dalam pertemanan acap kali menghampiri mereka. Sebesar apapun masalah yang mereka hadapi, mereka menjalaninya dengan kepala dingin sehingga akhirnya masalah dapat terselesaikan.

Breadth
Breadth merupakan jumlah topik yang kita bicarakan dengan orang lain. Intensitas kedekatan kita dengan orang lain menentukan banyaknya jumlah topik yang dibicarakan. Semakin dekat kita dengan seseorang maka jumlah topik yang kita bicarakan akan semakin banyak. Sebaliknya semakin ada jarak kita dengan seseorang maka semakin sedikit jumlah topik yang kita bicarakan.
Berdasarkan hasil wawancara breadth yang dilakukan oleh Siska dan Witri bermula pada topic yang sempit. Mereka membicarakan soal masa ta’aruf, perlengkapan mataf dan sebagainya yang masih berkaitan dengan mataf tersebut. Sering berjalannya waktu, topic yang mereka bicarakan semakin luas dan berkembang, bahkan hingga ke persoalan pribadi. Misalnya, soal keluarga, kekasih hati, keuangan dan hal-hal pribadi lainnya. Maka dapat disimpulkan bahwa topic yang mereka bicarakan semakin banyak.


Depth
Depth merupakan ukuran seberapa dalam kita berkomunikasi dengan seseorang Semakin kita memiliki kedekatan dengan seseorang maka akn semakin banyak pula topic yang akan dibicarakan. Apabila kita sudah memiliki kedekatan maka akan secara berangsur-angsur topic pembicaraan kita akan semakin dalam. Ini menandakan bahwa intensitas kedekatan kita dengan seseorang menentukan kedalaman pembicaraan yang dilakukan. Siska dan Witri juga adalah salah satu contoh Depth. Pada awalnya mereka hanya membicarakan soal masa ta’aruf akan tetapi karena semakin hari semakin dekat dan bersahabat, maka topic yang mereka bicarakan kian mendalam. Terlihat dari topic mengenai keluraga, rahasia pribadi, keuangan, pertemanan, dan lain sebagainya.,

Icon VOC

Even Terbaru



YM Admin



pengunjung ke..

free hit counter
VOC counter

Jurnalis


Blog Archive

Banner

VOC Site



Partner






VOC Bercerita

Berita terbaru....(Klik yaa!)

Comment terakhir