Hari/Tanggal : Rabu, 4 Maret 2008
Tempat : Kantin Selatan UMY
Pewawancara : Kristri P W
D isiang yang terik itu, saya mewawancarai Paijo (bukan nama sebenarnya) untuk mengetehau masalah perjalanan kehidupan persahabatannya. Paijo yang berasal dari Bukit Tinggi, menuturkan bahwa dia dekat dengan seorang temannya yang ada di Semarang, sebut saja Paimin. Hal itu bermula pada tahun 2004, saat dia berlibur di tempat saudaranya (kakak sepupu), yang juga menjadi tetangga Paimin di Semarang. Paimin adalah teman kakak sepupu Paijo. Saat diperkenalkan kepada Paimin oleh kakak sepupunya, Paijo langsung tertarik dengan gaya Paimin. Gaya paimin yang stylish, modis, dan fashionable, membuat Paijo ingin berkenalan lebih dekat. Mereka mulai sering bermain bersama. Apalagi saat kakak sepupu Paijo (yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang) melakukan kewajibannya sebagi mahasiswa, maka otomatis membuat Paijo yang sendirian semakin dekat dan banyak menghabiskan waktu bersama PAimin. BErawal dari obrolan tentang fashion, akhirnya Paijo menemukan kecookan dengan PAimin. Paijo mulai banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya kepada PAimin, begitu juga sebaliknya. Bahkan Paimin pun rela mencarikan jodoh bagi PAijo, saat Paijo curhat tentang keresahannya yang hingga saat itu belum mempunyai kekasih. Peristiwa itu membuat PAijo dan Paimin semakin dekat dan erat. Bahkan tak segan-segan mereka mereka bercerita soal perbedaan yang prinsipil (perbedaan agama) yang mereka alami. KEmampuan untuk saling mengerti tersebut, membuat mereka berdua merasa klik. TAk terasa sudah 4 Tahun Paijo menjalin persahabatan dengan Paimin. Persahabatan mereka tidak selalu mulus. Terkadang muncul cek-cok dan ketidak sepahaman saat mereka bertukar pikiran. Paijo sangat tidak suka, saat mengetahui bahwa dalam pikiran Paimin selalu berisi wanita-dan wanita. Namun mereka mampu menyadari, bahwa hal itu wajar saat dua orang yang membawa keunikan masing-masing bersama. Hingga kini, meski mereka dipisahkan oleh jarak, mereka tetap bersama dan mampu mengatasi perbadaan jarak tersebut. Laksana pepatah, jauh di mata, namun tetap dekat di hati. Semog persahabatan mereka tak lekang ditelan waktu dan angkuhnya zaman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Response to "Kristri P W"
Posting Komentar
Terima Kasih yaa teman - teman sudah bersedia mampir di Blog kami. Alangkah lebih baiknya apabila meninggalkan sepatah dua patah kata di Blog kami. Di mohon untuk menuliskan Identitas penulisnya.