Waktu wawancara : Selasa, 03 Maret 2009, jam : 10.39 – 11.14
Tempat : Lobi Fakultas ISIPOL, UMY
Pewawancara : Tita Nurannisa F
Saat duduk berdampingan dengan salah seorang mahasiswi baru di salah satu lobi universitas di Yogyakarta, itulah kali pertama aku mengenal seorang gadis yang baik hati. Sebutlah namanya Ana. Perlahan aku mulai menyapa, memperkenalkan diri, dan bertukar nomor handphone. Lima belas menit berlalu, cukup untuk kami saling bertukar identitas, sampai akhirnya dia berkisah tentang seorang sahabat karibnya.
Siapa sangka, sebuah kelas ekstrakulikuler disalah satu SMP Negeri di Yogyakarta dapat mempertemukan Ana dengan sahabatnya, sebutlah Lia. Awal bertemu ketika mereka menjadi anggota organisasi bentukan siswa-siswi kelas dua SMP dan mengikuti pelantikan pengurus organisasi di sekolah tersebut. Proses perkenalan yang mereka lakukan pun tidak jauh berbeda denganku saat bertemu Ana. Namun, keadaan menuntun mereka untuk lebih dekat. Obrolan yang selalu hangat tentang masa lalu masing-masing, seputar kisah “cinta monyet” dengan laki-laki pujaan, gosip sesama teman, dan acara tersebut.
Seragam “putih abu-abu” pun menjadi saksi kelanjutan kisah dua orang sahabat itu. Salah satu SMA Muhammadiyah di Yogyakarta menjadi tempat berikutnya. Semakin banyak yang mereka lakukan dan bicarakan. Selalu bersama kemana pun mereka pergi, begitu pula bahan obrolan dari yang itu-itu saja sampai masalah pribadi, persoalan keluarga masing-masing pun tak luput dari pembicaraan sehari-hari. Perpisahan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi pun tak mengurangi rasa persaudaraan diantara Ana dan Lia yang telah mereka jalin selama empat tahun lamanya. Sampai saat ini pun hubungan melalui media komunikasi seperti handphone, internet ( friendster, facebook, yahoo mail) terus mereka lakukan untuk mempererat hubungan itu, terkadang mereka mneyempatkan waktu untuk bermain bersama.
Itulah seuntaian kisah yang Ana ceritakan padaku tentang seorang Lia. Menit ke tujuh puluh lima telah menjadikanku dengan Ana seorang teman yang sampai saat ini pun aku resmi menjadi sahabat barunya, setelah Lia.
Breadth:
Obrolan yang selalu hangat tentang masa lalu masing-masing, seputar kisah “cinta monyet” dengan laki-laki pujaan, gosip sesama teman, dan acara tersebut. Keadaan menuntun mereka untuk lebih dekat bahkan bahan obrolan dari yang itu-itu saja sampai masalah pribadi, persoalan keluarga masing-masing pun tak luput dari pembicaraan sehari- hari.
Depth:
Perpisahan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi pun tak mengurangi rasa persaudaraan diantara Ana dan Lia yang telah mereka jalin selama empat tahun lamanya. Sampai saat ini pun hubungan melalui media komunikasi seperti handphone, internet ( friendster, facebook, yahoo mail) terus mereka lakukan untuk mempererat hubungan itu, terkadang mereka mneyempatkan waktu untuk bermain bersama.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Response to "Tita nur Annisa (20080530011)"
Posting Komentar
Terima Kasih yaa teman - teman sudah bersedia mampir di Blog kami. Alangkah lebih baiknya apabila meninggalkan sepatah dua patah kata di Blog kami. Di mohon untuk menuliskan Identitas penulisnya.